PEMBELAJARAN PENGUNGSI: Mengembalikan Masa Lalu, Sekolah Alam Untuk Penanggulangan Bencana

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Salatiga dan NU Peduli Merapi melaksanakan pembelajaran di posko pengungsian bencana Merapi, Selasa 1 Desember 2020. Tepatnya di tempat pengungsian Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, relawan melaksanakan pembelajaran di pengungsian.

Para pengajar relawan dari FPPI Kota Salatiga dan NU Peduli Merapi menggunakan metode dolanan Jawa dan game education dalam pendidikan formal dan nonformal. Selain itu, dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran (program belajar dalam posko pengungsian), sudah mencakup pendidikan keagamaan berupa pengajaran Iqra’ dan Juz ‘Amma yang dibuat kelompok TPQ anak yang diisi oleh NU Peduli Merapi.

“Sebelumnya, kami telah melaksanakan assessment yang diperlukan pada hari sebelumnya. Kami percaya dengan adanya pendidikan yang mengembalikan masa lalu, yaitu melaksanakan sekolah berbasis alam menggunakan metode dolanan Jawa dan game education yang menarik,” terang Bagas, salah satu relawan FPPI Kota Salatiga.

Dikatakan, anak-anak lebih senang dan tenang dalam keadaan darurat di sekitar Gunung Merapi. Kegiatan ini dapat mengurangi waswas dan ketakutan anak-anak. “Selain itu, kegiatan ini juga menghibur untuk anak. Hal ini sangat diperlukan dalam posko pengungsian,” papar dia.

Sementara itu, Koordinator Posko Pengungsisan Merapi Desa Klakah Marwanto mengatakan, kegiatan pendidikan yang menyenangkan untuk anak-anak sangat diperlukan di saat darurat. Kegiatan yang bersifat permainan dapat mengurangi kekhawatiran di antara anak-anak.

“Kegiatan ini saya dukung sekali. Karena anak-anak masih banyak waktu luang. Selain itu, pendidikan yang banyak permainannya juga dapat menyenangkan anak-anak. Apalagi bila ada kegiatan mengaji seperti TPQ yang menyenangkan, itu jadi lebih bermakna. Menyisipkan kegiatan keagamaan yang tepat dalam kegiatan pembelajaran yang membahagiakan dan membuat tawa di antara anak-anak,” terang Marwanto.

Terkait menunjang pendidikan yang mengusung tema pendidikan kembali ke masa lalu, selain dolanan Jawa dan game education, telah dibagikan bantuan untuk kebutuhan-kebutuhan seperti iqra’, juz ‘amma, buku cerita dan fabel yang menarik bagi anak dan mainan-mainan anak.

“Kami banyak membutuhkan mainan untuk anak-anak, sehingga waktu luang anak-anak dapat terisi dengan penuh manfaat dan dapat membuat ceria anak-anak yang ada di dalam posko,” ujarnya.

Diharapkan, dalam pendidikan mengenang masa lalu, dengan menggunakan model sekolah berbasis alam, anak-anak dapat terdidik dan bahagia. Selain itu anak-anak dapat menguatkan nilai-nilai keagamaan, religius, aspek kerohanian dan meningkatkan ukhuwah Islamiah dalam kehidupan sehari-hari anak.

Saat beraktivitas, relawan juga mengingatkan anak-anak untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi COVID-19 dan meningkatkan kewaspadaan dalam menanggulangi resiko bencana Gunung Merapi. (wan)