Dua Sejoli Pengamen Jalanan Harus Jalani Hukuman Gegara Kasus Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sehidup semati bersama di dalam penjara. Itulah kisah dua pasangan muda IS dan PS pengamen jalanan yang saat ini tengah tersandung kasus hukum gara-gara terbukti menjadi tersangka penipuan dan penggelapan sepeda motor di Sragen.

Penangkapan pasangan pencuri sepeda motor di Sragen ini bermula saat polisi menerima laporan warga Sragen yang mengaku menjadi korban penipuan dua orang pasangan muda ini.

Dalam jumpa pres di Mapolres Sragen, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi pada wartawan menyampaikan dua pasangan sejoli ini ditangkap di wilayah Bergas kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, setelah membawa kabur sepeda motor curian jenis Honda Scoopy milik pengusaha warung di wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kapolres menyampaikan modus kedua tersangka bermula saat mereka pura-pura membantu pemilik warung untuk menjajakan dagangannya.

“Setelah sekian lama dan akrab kemudian tersangka pura-pura meminjam kendaraan pemilik warung tersebut pada saat itu alasanya untuk membeli paket data.

Kemudian Pemilik memberikan karena sudah sekian lama kenal membantu korban, tersangka lalu membawa kabur motor bersama pasangannya,” jelasnya, Kamis 3 Desember 2020.

Selain itu, Kapolres juga membeberkan aksi keduanya terbilang rapi dan kerjasama. “Mereka saling bekerjasama tersangaka PS adalah tersangka utama, yang masuk ke dalam warung untuk membantu Pemilik warung, kemudian dengan kata kata dan tipu muslihat membawa motor dan tidak dikembalikan lagi,” bebernya.

Akibat perbuatan kedua pelaku, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Kerugian korban 18 juta sepeda motor Honda Scoopy, untuk hububgan keduanya ini adalah pacaran,” kata Kapolres.

Kedua tersangka berhasil diringkus polisi di wilayah Bergas Kabupaten Semarang. Keduanya di tangkap pada saat ngamen.

“Jadi mang ini modus dari yang bersangkutan pengamen melihat ada potensi mereka merapat pura-pura membantu setelah itu langsung melakukan kejahatannya,” ujarnya.

Sementara itu, atas perbuatannya kedua tersangka mereka dikenakan pasal 372 dengan maksimal 4 tahun penjara. (reporter: Huriyanto)