Rumah Sakit di Sragen Overload, Pemerintah Berharap Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kasus terkonfirmasi positif corona atau covid-19 di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah kian hari semakin bertambah.

Pasalnya, banyak masyarakat sudah mulai abai dan tak peduli protokol kesehatan serta banyak masyarakat mulai tak percaya akan adanya virus corona.

Akibatnya sudah dua hari ini wilayah sragen mengalami ledakan kasus bahkan mencetak rekor baru itu membuat kapasitas ruangan perawatan pasien covid-19 di RSUD Sragen, RSUD Gemolong dan ruang isolasi mandiri di Technopark sampai overload.

Ditemui di kantornya, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto sangat berharap kesadaran masyarakat dan ketaatan terhadap prokes agar laju penambahan covid-19 bisa ditekan.

Kemudian warga yang sudah positif meski berstatus OTG, bisa taat diisolasi mandiri di Technopark. Isolasi mandiri itu dilakukan semata-mata demi menjaga orang-orang terdekat mereka agar tidak tertular.

“Kalau di satu rumah misal ada 7 orang, satu positif. Kalau nggak diisolasi kan bisa menulari yang lain. Ya kalau imunnya bagus nggak masalah, tapi kalau ada anggota keluarga yang sudah tua dan punya penyakit komorbid, maka sangat rentan memperberat penyakitnya,” jelasnya, Rabu 2 Desember 2020.

Terpisah, Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno juga meminta masyarakat Sragen menaati protokol kesehatan untuk menekan penambahan kasus corona virus atau covid-19.

Kemudian, warga yang positif covid-19 namun tanpa gejala atau OTG, juga diharapkan tertib untuk menjalani isolasi mandiri di Technopark. Sebab jika tidak diisolasi, maka sangat rentan menyebarkan dan menyebabkan klaster baru.

“Masyarakat yang terpapar covid-19 yang statusnya OTG itu kita isolasi agar tidak menyebabkan klater baru. Kenapa? karena di tengah- tengah masyarakat, udah positif covid-19 tapi masih belanja di pasar dan itu ada lho,” bebernya.

Hingga hari ini, kasus positif corona Sragen masih mengalami peningkatan, sementara untuk Technopark saat ini penuh. Kapasitas 220 sampai 230 akan tambah lagi jadi 260. Untuk RSUD Sragen kapasitas 40 juga penuh, akan ditambah antara 70-80, lalu RSUD Gemolong kapasitas 25 bed akan kita tambah jadi 40.

Di sisi lain jumlah kasus covid-19 di Sragen sudah mencapai 1.454 positif, 375 dirawat, 1019 sembuh dan 60 meninggal dunia. Sementara jumlah total warga yang meninggal baik probable, suspek hingga positif sudah mencapai 122 orang. (reporter: Huriyanto)