Anggaran KONI Sragen Tersedot Covid-19, Sejumlah Cabor Non-aktif

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Sragen menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) Selasa 29 Desember 2020.

Sejumlah Cabang olahraga perlu diaktifkan kembali. Selain itu kebutuhan anggaran untuk persiapan Pra PON dan PON 2022 juga dinilai tipis.

Ketua KONI Sragen Subono menyampaikan, saat ini anggaran untuk kegiatan olahraga sekitar Rp 900 juta. Padahal kebutuhan KONI guna menunjang prestasi atlet daerah dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar.

”Informasinya saja Rp 900 juta, tapi masih tentatif belum ada penetapan. Harapannya sekitar Rp 1,9 miliar,” ujarnya 5 Januari 2021.

Dia mengakui kondisi pandemi Covid-19 berdampak pada anggaran atlet. Namun menurutnya wajar dan akan diupayakan melihat kondisi pandemi kedepan. ”Kita harus tahu diri karena ada Covid-19, jadi ada pengurangan. Nanti kita pertengahan tahun akan coba kembali menyampaikan pada penentu kebijakan anggaran,” ujarnya.

Dia menjelaskan persiapan para atlet yakni ada kegiatan pra porprov 2021 dan Porprov 2022. Pelaksanaanya tergantung dari kebijakan pemerintah Provinsi Jawa tengah. Rencana pelaksanaan digelar di Pati Raya. ”Itu juga masih tentatif, karena penentu kebijakan tinggal Gubernur, kita menunggu,” bebernya.

Lantas evaluasi Prestasi, sesuai dari laporan Bidang Bina Prestasi (Binpres) kegiatan latihan tetap berjalan. Tetapi belum bisa terukur karena sebagian besar cabor tidak ada pertandingan karena Pandemi Covid-19. Tetapi ada kegiatan yang menggelar pertandingan seperti menembak, dari Sragen mendapatkan juara.

Subono menjelaskan ada 31 cabang olahraga yang dinaungi KONI Sragen. Dia menjelaskan ada sejumlah cabor yang memasuki massa reorganisasi. Sehingga kurang aktif dalam berkegiatan. ”Kita dorong sejumlah cabor untuk lebih aktif lagi,” terang Subono.

Sedangkan Wakil Ketua III KONI Kabupaten Sragen Bidang Bina Prestasi (Binpres) Gunawan Prasetya menjelaskan ada beberapa cabor yang sudah memasuki massa pergantian pengurus. Diantaranya Tinju, Anggar , Panahan, Bola voli, dan Tenis Meja.

Sedangkan yang kurang aktif berkegiatan yakni Sepatu Roda, , Sepak Takraw, Muay Thai. Sementara untuk Angkat berat dan binaraga dibubarkan dari pusat dan bentuk kegiatannya dirubah. ”Sejumlah cabor itu kita dorong untuk segera reorganisasi dan kembali berkegiatan. Jadi kurang aktifnya itu karena massa kepengurusan sudah habis,” ujarnya. (reporter: Huriyanto)