Lima Mahasiswa Universitas Negeri Malang Ciptakan Program Berbasis IPTEK untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kemiri

TEPIANINDONESIA.COM-MALANG-Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam melaksanakan tugas, mereka membentuk pentavictor team sebagai aksi yang tidak hanya tertuju pada bidang akademik semata, namun juga masyarakat. Sebab, masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari generasi muda, khususnya mahasiswa.

“Mahasiswa sebagai agen penggerak dan juga pendorong dalam perubahan harus diaplikasikan di tengah masyarakat,” terang Ketua Pentavictor Team Haydar Nur Arsyad, dalam rilis yang diterima redaksi tepianindonesia.com Kamis 15 Juli 2021.

Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang ini menciptakan program Cycle System of Product Industrial Activities Berbasis IPTEK untuk memberdayakan stakeholder. Tujuannya adalah mewujudkan Desa Kemiri sejahtera. Mereka adalah Haydar Nur Arsyad (S1 Kimia 2018) selaku ketua. Kemudian Dewi Jalinan Izzah (S1 Kimia 2018), M. Furqon Hidayatullah (S1 Manajemen 2018), Lindia Rizkitasari (S1 Pendidikan Kimia 2020), dan Nisfatul Amarawardani (S1 Bioteknologi 2020). “Kami didampingi dosen pembimbing yaitu Ibu Dr. Heny Kusdiyanti, S. Pd., M.M,” kata dia.

Cycle System of Product Industrial Activities Berbasis IPTEK merupakan solusi dalam membangun sistem ekonomi masyarakat Desa Kemiri. Yakni dengan mengoptimalkan sumber daya lokal potensi kulit kopi.  Sistem dan kompetensi inilah yang perlu dioptimalkan untuk dapat mendukung UMKM kulit kopi yang ada di Desa Kemiri dengan memberdayakan PKK Desa Kemiri.

“Kelompok PKK Desa Kemiri bersinergi dengan para petani kopi, pihak poduksi, pihak packaging, dan pemasaran dalam memaksimalkan proses usaha,” kata Nisfatul Amarawardani, mahasiswa lain.

Saat kunjungan ke Desa Kemiri yang menjadi masyarakat mitra dari program CSPIA berbasis IPTEK, didapatkan fakta bahwa selama ini limbah kulit kopi dijadikan sebagai pangan ternak atau dibuang begitu saja. Dimana jika limbah kulit kopi ini diolah kembali menjadi sebuah produk akan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, memiliki segudang manfaat. 

Selain kulit kopi yang kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat permasalahan lain yang dialami masyarakat Desa Kemiri ada pada sumber daya manusia Desa Kemiri. Khususnya PKK Desa Kemiri yang tidak aktif dalam kegiatan pemberdayaan desa.

“Selama ini PKK di Desa Kemiri tidak aktif dan tidak produktif karena tidak ada agenda rutin yang dikerjakan,” ungkap Tumiasih, ketua PKK Desa Kemiri.

Permasalahan ini diperkuat dengan kurangnya sinergi antara masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal desanya berupa limbah kulit kopi. Dan juga salah satu kendala terbesarnya yakni pendapatan penduduk Desa Kemiri yang dibawah standar. Karena kebanyakan latar pendidikan penduduk Desa Kemiri hanya lulusan SD (2.786) sedangkan yang tidak tamat SD (351) orang, dan juga rata – rata mata pencaharian dari penduduk sebagai petani dan peternak.

Program Cycle System of Product Industrial Activities berbasis IPTEK dilakukan sesuai dengan kebutuhan yaitu 1 kali sosialisasi secara offline dan 2 kali pelatihan secara online. Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan pada 12/06/2021. Materi yang diberikan pada kegiatan tersebut yakni mengedukasi kelompok PKK tentang Cycle System of Product Industrial Activities berbasis IPTEK.

Kemudian, materi yang akan diberikan pada kegiatan pelatihan mendatang yakni melatih kompetensi entrepreneur seperti 3R (Rebranding, Repackaging, Repositioning) yang berbasis IPTEK pada pengolahan kulit kopi menjadi minuman olahan teh seduh yang akan dijalankan oleh PKK dan stakeholder di Desa Kemiri.

Salah satu pelatihan dari program CSPIA Berbasis IPTEK yakni membuat produk dari kulit kopi menjadi olahan minuman seduh (teh) yang memiliki nama brand produk TEKOKO. Dalam produk olahan minuman seduh tersebut memiliki tiga varian rasa diantaranya rasa original, rasa strawberry, dan juga rasa apel.

Melalui program CSPIA Berbasis IPTEK ini diharapkan kelompok PKK yang sebelumnya non produktif bisa produktif kembali, hasil dari limbah kulit kopi dapat dimanfaatkan melalui kelompok PKK sebagai kader CSPIA Berbasis IPTEK untuk mengolah menjadi produk oleh-oleh khas Desa Kemiri. Dengan terbentuknya kader dari CSPIA Berbasis IPTEK sebagai penggerak untuk melaksanakan program CSPIA Berbasis IPTEK hingga mandiri sehingga menciptakan usaha yang legal dalam memproduksi kulit kopi menjadi olahan minuman seduh (teh) melalui izin PIRT. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *