Dua Kali Bikin Geger, Kades Jenar Samto Diamankan Polres Sragen Berakhir Seperti Ini

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen Samto bikin geger dua kali. Semula memasang spanduk yang diduga provokatif dan kedua mengamuk dan melarang pembubaran hajatan kepada petugas saat PPKM Darurat.

Lantaran bikin gaduh masyarakat, Samto pun diamankan Polres Sragen. Samto diperiksa secara maraton oleh polisi sejak Sabtu 17 Juli 2021 sore. Samto akhirnya dilepas usai menandatangi surat pernyataan.

Sebelum menandatangani surat pernyataan, Samto sempat membacakan klarifikasi dan permintaan maaf di harapan Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi dan Dandim 0725/Sragen Letkol inf Anggoro Heri Pratikno. Surat pernyataan bermeterai tersebut menyatakan dirinya siap dituntut secara hukum jika kembali mengulangi perbuatannya.

“Kami dengan Bapak Dandim 0725/Sragen telah mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mengingat yang pertama, kondisi kesehatan beliau juga kurang baik. Kemudian yang kedua, beliau selaku kades masih kami butuhkan bantuannya untuk bisa menyukseskan program-program pemerintah terutama dalam pengendalian penyebaran COVID-19 di Desa Jenar,” kata Kapolres Sragen, Minggu 18 Juli 2021.

Kapolres Sragen menyampaikan, tindakan Samto yang nekat memasang baliho ‘Enak Zaman PKI’ serta mengamuk saat pembubaran hajatan, dilatarbelakangi kekurangpahaman. Pihaknya menilai Samto kurang mendapatkan informasi yang benar terkait upaya pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19

“Rupanya informasi ini kurang tersampaikan dengan baik kepada beliau mengingat beliau juga dalam kondisi yang kurang fit sehingga terjadi distorsi informasi. Oleh karena itu pada siang hari ini sudah jelas beliau sudah memahami dan siap mendukung program penanganan COVID-19 di Sragen,” jelasnya.

Ardi mengatakan, pihaknya mengundang Samto untuk diklarifikasi di Polres Sragen sejak Sabtu (17/7) sore. Samto sempat diperiksa secara maraton oleh petugas.

“Kita lakukan pemeriksaan marathon mulai dari kemarin sore sampai dengan pagi ini, karena kita membutuhkan kondisi-kondisi faktual apa yang telah beliau lakukan selama ini yang harus kita benahi,” kata dia.

Selama PPKM Darurat di Jateng

Penanganan COVID-19 di Desa Jenar sendiri diakuinya masih jauh dari harapan. Terutama terkait rendahnya jumlah warga yang telah divaksin.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi, Desa Jenar cukup tertinggal dalam hal vaksinasi. Dari kurang lebih 3 ribu penduduk Desa Jenar, hanya sekitar 23 warga saja yang sudah vaksin, dan 13 di antaranya hanya melaksanakan vaksinasi dosis pertama,” beber Ardi.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa rendah. Oleh karena itu akan segera kita akselerasi dengan maksimal setelah ini,” imbuhnya.

Ardi sendiri meyakini Samto tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan penanganan COVID-19 di Desa Jenar berjalan baik.

“Sudah ada jaminan (surat pernyataan). Saya beserta Pak Dandim mengambil inisiatif, meskipun beliau kemarin sejatinya telah diambil pernyataan di Polsek Jenar, saya putuskan saya tarik permasalahan ini ke tingkat yang lebih tinggi. Diharapkan ini jadi bukti bahwa kami serius,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *