Terbukti Ampuh, Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono Bagikan 3.000 Paket Ivermectin

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Mantan Bupati Sragen Untung Wiyono ikut merilis khasiat Ivermectin di masa pandemi Covid-19. Dan kini sudah viral di tengah masyarakat Sragen. Hal ini terbukti setelah dirilis beberapa bulan lalu, Ivermectin mampu menurunkan angka Covid-19.

Tidak hanya itu, hingga saat ini mantan bupati Sragen juga terus menggerakkan relawan dan sudah membagikan sekitar 3.000 paket ivermectin untuk warga Sragen. Ketika menggelar keterangan pers di Ndayu Park, pihaknya menyampaikan bahwa obat itu akhirnya diberi izin penggunaan darurat dan boleh diedarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

”Silakan minta dokter untuk membuatkan resepnya. Sebab sudah terekomendasi BPOM. Tentu saja bagi yang terpapar Covid-19,” kata Untung Wiyono, Senin 2 Agustus 2021.

Selain itu, pihaknya telah memberikan ivermectin secara cuma-cuma ke mereka yang membutuhkan. Paket obat itu dilengkapi vitamin C plus dan vitamin B3, bahkan sampai saat ini Ivermectin diberikan gratis pada masyarakat Sragen yang membutuhkan.

”Udah enggak sulit mencari ivermectin sekarang ini. Tinggal minta resep dokter dan selesai itu terpapar covid sembuh” jelasnya.

Sejumlah warga Sragen hingga kepala desa dan pejabat di Sragen terpapar covid mampu lebih baik pasca konsumsi Ivermectin dan memberikan keterangan pengalaman menggunakan obat Ivermectin. Kesaksian datang dari kepala Desa Gebang dan Camat Sambungmacan.

Mereka merasa lebih baik saat minum ivermectin beberapa butir. Mereka berharap warga yang masih terpapar saat ini bisa sembuh dengan mengonsumsi obat tersebut.

Kades Gebang, Kecamatan Sukodono, Darwanto terpapar Covid-19 pada 23 Juni lalu. Dia dinyatakan positif bersama keluarganya. Kondisi ini berdampak buruk pada tubuhnya. Ia pun lantas mencoba kerokan, namun tidak membaik. ”Minyak fresh care saya taruh ke hidung saya juga sama sekali tidak bau. Anak istri saya menangis, saya hanya terus berdoa,” ujarnya.

Saat itu sebelum mendapat ivermectin sudah meminta resep dokter puskesmas. Sampai dua kali suntik juga tidak berdampak. Namun baru bereaksi saat mendapat ivermectin dari relawan. ”Alhamdulillah saya sekarang sudah negatif dan sudah bisa merasakan makanan. Tapi saya sensitif, sampai sekarang belum berani berkumpul,” ujarnya.

Camat Sambungmacan, David Supriyadi menceritakan pada pertengahan Juli lalu sempat terpapar Covid-19. Pada saat itu kondisi suhu tubuhnya panas dan demam. Kemudian, pada hari kedua ia menjalani isolasi mandiri, kondisi fisiknya memburuk dan merasa meriang. Lantas pihaknya mendapat kiriman ivermectin dan vitamin dari relawan.

”Setelah mendapat kiriman ivermectin dan vitamin, selama 5 hari, atau 7 hari setelah positif. Sudah tidak merasa sakit dan tidak panas lagi. Meski saya mempunyai komorbid ashma dan tekanan darah tinggi, sama sekali dada saya tidak sesak,” ujarnya

Dia sendiri melakukan isolasi mandiri bersama keluarganya. Dia sudah bisa masuk kerja dalam kurun waktu tidak terlalu lama. Pihaknya bersyukur setelah terpapar, hari kedelapan sudah dinyatakan negatif. ”Saya minum 1 butir setiap pagi selama 5 hari. Efeknya saya hanya sedikit diare tapi tidak terlalu parah,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *