Diduga Terlibat Terorisme di Maluku, Ambon, Seorang Warga Boyolali Ditangkap Densus 88 Antiteror

TEPIANINDONESIA.COM-BOYOLALI-Seorang terduga teroris warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Penangkapan itu terjadi di Jalan Sambi -Simo, Dukuh Gumukrejo, Desa/Kecamatan Sambi, Boyolali.

Terduga teroris itu diamankan saat sedang membeli martabak. Penangkapan tersebut dibenarkan Sukir Kepala Desa Sambi. Dia menjelaskan penangkapan salah satu warganya. Penangkapan terduga berinisial TEP (40) itu terjadi pada Kamis (12/8/2021), sekitar pukul 20.00. Bermula saat TEP akan membeli martabak di timur jalan Sambi -Simo. Baru saja memesan terduga langsung diamankan beberapa orang berpakaian preman.

“Setelah pulang dari masjid di dekat rumah, TEP berniat membeli martabak langganan yang jaraknya 100 meter dari rumah. Belum sempat menerima pesanannya, TEP dan motornya diamankan Polisi dan Densus 88,” katanya, Jumat 15 Agustus 2021.

Karena petugas tersebut tidak berseragam, penjual martabak sempat mengira, terjadi perkelahian. “Bahkan penjual martabak ini sempat memegangi TEP bermaksud melerai. Tapi langsung beritahu kalau polisi. Spontan dilepaskan, dan TEP langsung dibawa pakai mobil,” paparnya.

Dijelaskan, keluarga terduga pelaku juga koorperatif dan ikut serta saat penggeledahan pada Jumat (15/8) sekitar pukul 13.30. Dari hasil penggeledahan, tim Inafis Densus 88 Mabes Polri mengamankan dua telepon seluler (Ponsel), laptop, surat-surat perjanjian dengan organisasi SO di Ambon serta kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP) saat TEP menetap di Ambon. 

“Tadi keterangan yang saya terima dari Densus 88 memang diduga terlibat kegiatan terorisme di Maluku, Ambon. Katanya sebagai bendahara atau penggalang dana dan sudah dibelanjakan untuk senjata,” imbuhnya. 

Sukir menambahkan bahwa warganya yang ditangkap tim Densus 88 ini sebelumnya tinggal di Ambon. Baru sekitar 3 tahun terakhir ini dia kerap melihat aktivitas masyarakat. “Tapi dia sebelum tiga tahun terakhir ini tidak ada dirumah. Baru akhir akhir ini dia aktif dimasyarakat,” katanya.

Sementara, Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond membenarkan penangkapan warga Sambi yang diduga terlibat jaringan terorisme. Hanya saja, terkait hasil penggeledahan dan jaringan terorisme, Morry enggan menjawab. “Saya membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di wilayah Jateng. Namun untuk lebih jelasnya nanti dari Densus 88 yang akan memberikan penjelasan,” ujarnya singkat. (Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *