Halow Warga Sragen, Polres Sragen Buka Layanan Pengisian Oksigen Gratis

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Bantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Polres Sragen terus menggelar aksi sosial pada masyarakat. Yang terbaru kali ini Polres Sragen kembali membuka layanan pengisian tabung oksigen secara gratis untuk masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Layanan cuma-cuma itu dibuka mulai hari ini, Senin (16/8/2021) dengan menggandeng agen gas PT Langgeng Gas Njata.

Sebanyak 730 tabung diisi untuk masyarakat, Puskesmas hingga rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Layanan itu resmi dibuka oleh Kapolres AKBP Yuswanto Ardi di halaman belakang Mapolres.

Kepada wartawan, Kapolres mengatakan layanan pengisian oksigen gratis itu dibuka untuk melayani kebutuhan oksigen di rumah sakit, Puskesmas dan masyarakat umum.

Untuk masyarakat, Polres menyiapkan pengisian 350 tabung ukuran 1 kg. Kemudian 200 tabung untuk Puskesmas dan 180 tabung untuk 9 rumah sakit atau per rumah sakit dua tabung.

“Untuk 9 rumah sakit kita berikan tabung dengan volume 6 meter kubik. Harapan kami ini bisa memberikan kemudahan untuk warga yang sedang menjalani treatment, mengingat banyak sekali yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” paparnya kepada wartawan.

Guna mencegah kerumunan, warga di wilayah bisa berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas di Polsek masing-masing.

Personel Polsek itu yang nantinya membantu pengisian ke Polres sehingga warga yang membutuhkan tak perlu hadir di Polres.

Tidak hanya itu, kapolres Sragen juga menyampaikan program pengisian gratis itu diprakarsai Polres bersama wilayah Jateng didukung PT Langgeng Gas Njata.

“Ke depan akan terus kita lakukan sambil pemetaan wilayah-wilayah mana yang kebutuhan gasnya tinggi,” terangnya.

Layanan gratis itu dipandang sebagai langkah strategis untuk melaksanakan operasi pasar. Hal itu dikarenakan ada indikasi ketidaknormalan harga gas yang saat ini terjadi di lapangan.

“Kita temukan indikasi ketidaknormalan harga gas. Dengan banyaknya pengisian gas secara gratis setidaknya bisa mengendalikan harga oksigen di masyarakat. Yang jelas ini semua harus kita antisipasi jangan sampai ada spekulan-spekulan sehingga mempersulit masyarakat untuk mendapatkan oksigen,” tandasnya.

Ketua Ikatan Notaris (INI) Jateng sekaligus dosen PTIK, Widi Handoko yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan pihaknya tergerak berpartisipasi dalam program itu untuk menekan kelangkaan tabung gas di masyarakat.

Ia juga mendorong semua notaris di Jateng untuk berpartisipasi membantu masyarakat dalam mendapatkan oksigen.

“Dengan bantuan ini diharapkan kelangkaan gas yang barangkali ada yang nimbun sehingga dampaknya menaikkan harga. Dengan pengisian gratis ini harapannya tidak ada langka lagi,” jelasnya.

Salah satu warga, Windarti asal Taraman, Sidoharjo mengatakan dirinya ikut antri mengisi tabung untuk membantu 3 tetangganya yang terpapar Covid-19 dan menjalani isoman di rumah.

Dirinya punya 4 tabung gas dan selama ini memang diisikan untuk menyuplai tetangganya yang takut dirawat di rumah sakit.

Ia mengaku tergerak membantu karena pernah merasakan bagaimana susahnya terpapar Covid-19 dengan stigma negatif hingga dikucilkan warga.

“Ini di rumah yang isolasi ada 2 orang tapi keadaannya sudah baik. Saya Januari lalu pernah kena Covid-19 dikucilkan, RT saja tidak peduli. Kalau 4 tabung itu penuh bisa satu hari. Alhamdulillah saya terimakasih sama kepolisian sudah membantu masyarakat sekali,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *