Petani Karamba Waduk Kedung Ombo Ketir-Ketir Hadapi Upwelling, Terbanyangi Rugi Besar

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah petani ikan karamba di Waduk Kedungombo (WKO) ketir-ketir akan ancaman gagal panen pada tahun ini. Pasalnya bencana tahunan di Waduk Kedungombo sudah mulai muncul.
Bencana tahunan yang sering disebut dengan upwelling bagi petani karamba sudah mulai nampak dan merugikan sejumlah petani.

Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut atau waduk yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar air ke permukaan, akibat pergerakan angin di atasnya. Akibatnya sejumlah ikan di karamba yang berada diatasnya mati mendadak, hal ini membuat petani karamba sudah mulai merugi.

Sukiyo (28), petani karamba warga Nonggorejo RT 30, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah saat dihubungi via telepon membenarkan kejadian ikan waduk kedungombo banyak yang mati.

“Iya benar mas, kemunculan Upwelling atau air keruh dan sangat bau dari dasar waduk naik ke atas itu terjadi tadi malam sekitar pukul 02:00 wib, banyak ikan petani karamba disekitar sini sudah banyak yang mati,” kata Sukiya, Sabtu 28 Agustus 2021.

Sukiyo juga membeberkan, terdapat puluhan petani karamba di waduk kedungombo wilayah Sragen yang sudah terdampak sejak tadi malam,”Kalau ikan yang udah mati akibat air keruh dan bau itu banyak mas bahkan ada puluhan ton baik ikan nila, tombro dan lainnya dari 30 petani karamba,” bebernya.

Adapun para petani yang sudah mengalami kerugian cukup besar hingga siang ini antara lain, karamba milik mas Subur, Tarto, mbah Dung, Pariyono.

“Iya ini merata mas, baik di wilayah Ngasinan kidul, Boyolayar pada terkena semuanya,” katanya.

Hingga siang ini yang bisa dilakukan adalah menggeser karamba ke tempat air yang lebih jernih dengan ditarik mengunakan kapal mesin. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *