Pembelajaran Tatap Muka di Sragen Mulai Senin Depan, Bupati Yuni Sampaikan Beberapa Larangan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kabar baik, bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan bahwa Sragen siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin depan, namun ada beberapa poin penting yang wajib ditaati selama pembelajaran tatap muka berlangsung, hal ini disampaikan bupati Yuni di sela-sela melakukan peninjuan vaksinasi di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen kota pada Rabu 1 September 2021.

Beberapa poin penting yang disampaikan bupati Yuni antara lain wajib menjaga prokes, selama PTM anak dilarang naik ojek online dan wajib diantar orang tua.

” Sekolah yang siap silahkan, persyaratan sama kayak kemarin poin utama 50% kemudian sarana prokesnya harus siap dan murid harus dianter orang tua tidak boleh naik ojek online dan tidak makan di sekolah, waktu belajar hanya 30 menit jadi 3 jam saja, insya allah udah siap anak anak,” kata bupati Yuni.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah luring akan dibuka mulai pekan depan.

Meski bersifat simulasi, dinas memberikan keleluasaan bagi sekolah yang sudah siap untuk menggelar PTM.

Namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sesuai surat kesepakatan bersama (SKB) 4 menteri tentang PTM di masa pandemi.

Di antaranya pembatasan jumlah murid yang masuk per rombel, persyaratan sarpras prokes hingga kesediaan Satgas di sekolah.

“Nanti siswa masuk satu minggu maksimal 3 hari. Karena memang ada pembatasan jumlah siswa per rombel sehingga masuknya digilir,” ujar Kepala Disdikbud Sragen, Suwardi.

Suwardi menguraikan ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah. Salah satu persyaratan yang utama adalah izin orang tua.

Kemudian ada kelengkapan prokes di sekolah, tersedia satgas dan lainnya. Jika orang tua tidak mengizinkan, siswa nantinya tetap dilayani lewat daring.

“Teknisnya nanti tetap menerapkan jaga jarak. Seperti kemarin yang udah berjalan baik itu. Kemudian nanti maksimal dibatasi untuk TK dan PAUD hanya 5 anak yang masuk di kelas. Kemudian SD maksimal per rombel 15 siswa dan SMP 16 siswa. Dengan begitu otomatis rombel normal akan dimasukkan dua tahap sehingga anak hanya masuk 3 hari seminggu,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *