Desa Mojoroto Mojogedang Karanganyar Masuk Nominasi Program Kampung Iklim Tingkat Nasional

TEPIANINDONESIA.COM-KARANGANYAR-Masyarakat Desa Mojoroto, Mojogedang Karanganyar boleh berbangga hati lantaran Desanya masuk dalam verifikasi Program Kampung Iklim (Proklim)yg mewakili Jawa Tengah ke tingkat Nasional.

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta penurunan emisi gas rumah kaca.

Pejabat Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara- Kementrian LHK, Nur Hayati sebut salah satu yang menjadi titik verifikasi lokasi adalah Sendang Bejen, Dusun Lawe, Mojoroto, Mojogedang.

Verifikasi Proklim ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten. Bertujuan untuk memeriksa kesesuaian data dan infomasi yang dikirim oleh pengusul lokasi kampung iklim.

Salah satu parameternya adalah Proklim memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kultur budaya daerah setempat, salah satunya dusun Dawe desa Mojoroto, Mojogedang.

“Seperti keberadaan sumber mata air (sendang Bejen) yang dimanfaatkan untuk pertanian,” jelasnya Kamis (9/9).

Selain di Karanganyar, verifikasi lapangan juga dilaksanakan di Sukoharjo dan Kota Solo. Total ada 30 daerah yang masuk kriteria Proklim karena memiliki penilaian diatas angka 81 dan masuk dalam kategori Utama.

“Nantinya peserta proklim akan menerima sertifikat sesuai kategorinya baik itu pratama, madya dan utama. Kementrian juga memberikan apresiasi untuk masuk di sistem register nasional (SRN),” imbuhnya.

Kepala Desa Mojoroto, Ngatman mengajak masyarakat berpartisiapsi menjaga lingkungan dan mata air yang ada di dusun ini. Salah satunya menjaga sumber air bersejarah peninggalan Raden Mas Said untuk kebutuhan masyarakat.

“Terutama bagi petani di musim kemarau. Karena debitnya tetap sama baik di musim kemarau maupun musim penghujan. Dan Alhamdulilah Desa Mojoroto masuk 10 besar kampung Prokoklim di Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa),” ungkapnya.

Penduduk desa yang mayoritasnya petani ini juga membuat pupuk organik dengan bantuan pendampingan Dinas Pertanian. Termasuk pemberdayaan UMKM ternak madu Lanceng dan pembuatan Kue Bolu Tiwul, yang akan menjadi pruduk unggulan desa setempat.

“Ada penyuluhan ternak lebah madu Lanceng, budidaya tanaman hias juga pengelolaan pupuk organik untuk kegiatan pertanian. Baik padat maupun cair supaya petani tidak hanya mengandalkan pupuk kimia,” pungkasnya. (Sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *