Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Resmikan Pembangunan Gedung Al Madinah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar

TEPIANINDONESIA.COM-KARANGANYAR-Pembangunan Gedung Al – Madinah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar diresmikan secara langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada Minggu (26/09/2021).

Peresmian gedung baru tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas gedung secara langsung bersama Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Marpuji Ali, Ketua PWM Jawa Tengah, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo maupun perwakilan dari Forkomimda Kabupaten Karanganyar lainnya..

Acara offline tersebut juga terhubung secara online dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.
Dalam sambutannya, Haedar Nasir berharap, penambahan gedung Al – Madinah Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar menjadi amal usaha yang berkemajuan serta memberi manfaat terbaik untuk kepentingan umat dan bangsa, juga mengikhtiarkan pelayanan yang prima untuk kesehatan masyarakat.

“Lebih khusus pada masa pandemi Covid-19 ini, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar juga melayani pasien Covid-19. Tetapi percayalah bahwa penanganan Covid-19 di rumah sakit manapun, khususnya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar, tetap seksama dan aman serta menjamin kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar Muhamad Samsuri mengatakan, pelaksanaan pembangunan Gedung Al – Madinah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, dilakukan secara mandiri atau swakelola oleh panitia yang terdiri dari unsur PDM, MPKU Rumah Sakit juga majelis – majelis lainnya. Adapun pelaksanaan pembangunan ini memakan waktu selama dua tahun, dimulai sejak peletakan batu pertama pada 1 Agustus 2019 lalu.

“Awalnya pembangunan gedung ini direncanakan selesai selama satu tahun, namun karena terkendala adanya pandemi Covid-19, sehingga dalam beberapa waktu sebelumnya baru terselesaikan pembangunan rangka dan lantai 1. Tapi alhamdulillah akhirnya dengan berbagai pertimbangan, pembangunan dapat kita lanjutkan hingga selesai dan diresmikan hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Muhamad Samsuri mengatakan, bangunan Gedung Al – Madinah beserta sarana pendukungnya, berdiri di atas lahan seluas 7.742 meter persegi.

Adapun pemanfaatan lantai 1 seluas 2.385 meter persegi, yaitu ntuk ruang poliklinik terdapat spesialis 16 ruang periksa beserta ruang pendukung seperti ruang pendaftaran, customer service, ruang instalasi farmasi Ahmad Dahlan, kantin, mushola dan ruang pelayanan home care.

Pada lantai 1 ini terdapat pula ruang rehabilitasi medis yang meliputi pelayanan fisio terapi, okupasi terapi dan terapi wicara. Sementara untuk ruang pelayanan hemodialisa, saat ini pengadaan sebanyak 12 bed sedang dalam proses koordinasi perizinan maupun penyiapan peralatan dan sumber daya manusianya.

Adapun pesifikasi keunggulan untuk lantai 1, yaitu pada ruang periksa, penataan tata ruang dan sirkulasi udara menyesuaikan dengan kondisi pada masa pandemi yang memperhitungkan perputaran udara dalam setiap jamnya. Sirkulasi udara ini juga dilengkapi dengan perputaran udara segar dari luar, supaya dapat menghindarkan dari adanya kontaminasi bakteri dan virus yang ada di dalam ruangan.

Untuk lantai 2 seluas 4.455 meter persegi, dikatakan Samsuri, dimanfaatkan untuk ruang rawat inap dengan 40 bed, terdiri dari kelas 1, kelas, 2 dan kelas 3. Ada pula satu ruang isolasi, dua ruang tindakan dan perawatan lengkap. Sedangkan pada lantai 3 seluas 1.466 meter persegi, dimanfaatkan untuk ruang rawat inap 25 bed untuk kelas VIP dan VVIP.

Adapun spesifikasi dari lantai 2 dan lantai 3, dirancang khusus dengan tata kelola ruang perawatan yang memenuhi standar dan kualitas dengan sebelas kriteria, di antaranya yaitu pengaturan jarak antar tempat tidur, kecukupan pencahayaan, pengaturan suhu dan sirkulasi udara dengan peletakan dan penataan pintu dan jendela sebagai ventilasi.

“Penempatan dan penataan ruang juga memanfaatkan pemandangan lingkungan sekitar. Dimana pada bagian sebelah timur, pasien bisa melihat terbitnya matahari, sedangkan di sebelah barat bisa melihat terbenamnya matahari sekaligus melihat hamparan sawah yang luas menghijau ketika waktu tanam dan menguning ketika menjelang panen. Harapannya pemandangan ini bisa menjadikan suasana yang nyaman bagi pasien selama perawatan,” terang Samsuri.

Selain itu, gedung baru ini juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung berupa lahan parkir, suplay dan cadangan air maupun listrik, instalasi hidran dan pemadam listrik serta penataan dan pengaspalan tempat parkir, jalan masuk yang seluruhnya seluas 3.363 meter persegi.

Terkait dana pembangunan gedung utama Al – Madinah beserta sarana penunjang, menurut Samsuri, bangunan gedung utama tersebut menelan biaya sebesar tiga puluh lima miliar tujuh juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus enam puluh tiga rupiah rupiah. Sementara untuk investasi dana peralatan yaitu sebesar empat miliar seratus tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah.

“Total biaya pembangunan adalah tiga puluh sembilan miliar seribu delapan ratus juta dua ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus enam puluh tiga rupiah. Tapi perlu kami sampaikan, sebagian besarnya adalah dana hutang dari perbankan,” ungkap Samsuri.

Pihaknya berharap, dengan selesainya pembangunan Gedung Al – Madinah, semakin meningkatkan kuantitas maupun kualitas pelayanan kepada pasien.

“Ini sebagai bentuk realisasi jargon pelayanan Prima dari RS PKU Muhammadiyah, yaitu Profesional, Ramah, Islami Mudah dan Amanah. Kami juga berharap agar rumah sakit ini berfungsi sebagai sarana dan pusat dakwah, khususnya dalam bidang kesehatan, dengan semangat menolong kesengsaraan umum,” tandasnya..

Dengan dibangunnya Gedung Al – Madinah, maka kemampuan bed di rumah sakit tersebut kini kapasitas rawat inapnya bertambah menjadi 265.

“Rencana kedepan, nantinya di Kabupaten Karanganyar akan dikembangkan menjadi 300. Sesuai rekomendasi lebih baik mengembangkan rumah sakit ataupun klinik rawat inap yang sementara ini baru ada di Kecamatan Jatipuro dan Tawwangmangu, pungkasnya. (Sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *