TIM P2MD GAMAGRITA SEKOLAH VOKASI UNS DORONG PEREKONOMIAN WARGA DESA SEGOROGUNUNG MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DALAM MEMBANGUN BISNIS DI ERA 4.0

TEPIANINDONESIA.COM-SURAKARTA-Sektor industri di Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan karena mampu berkontribusi menopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Tak hanya mengandalkan sektor industri sebagai sumber ekonomi negara tetapi juga mengandalkan sumber daya manusia yang kreatif serta kearifan lokal Indonesia.

Industri ekonomi kreatif merupakan konsep untuk memajukan perekonomian negara yang mengedepankan kreativitas, ide, dan pengetahuan. Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia sangat strategis dari berbagai aspek baik sumber daya manusia, keragaman budaya, dan pasar domestik yang besar, serta kearifan lokal Indonesia. Industri kreatif mampu berkontribusi aktif terhadap perekonomian Indonesia.

Desa Segorogunung memiliki potensi di bidang pariwisata dan pertanian. Pariwisata di desa ini sudah banyak dikenal wisatawan. Guna mendukung pengembangan wisata desa diperlukan kesiapan sektor pendukung, seperti: kuliner dan buah tangan. Desa Segorogunung memiliki potensi pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan baku, seperti labu siam. Namun, masyarakatnya masih kurang kreatif dan inovatif dalam mengolah komoditas lokal.

Selama ini masyarakat hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk segar ke tengkulak sehingga margin keuntungan yang dihasilkan relatif kecil. Untuk meningkatkan margin keuntungan salah satunya dapat dilakukan dengan pengolahan dan pemasaran. Saat ini pemasaran hasil pertanian maupun olahan makanan masih dilakukan secara konvensional, sehingga jangkauan pemasarannya menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pemasaran berbasis digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Menjawab persoalan yang ada, tim Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) Keluarga Mahasiswa Diploma Tiga Agribisnis Pertanian, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan “Pelatihan Digital Marketing Dalam Membangun Bisnis di Era 4.0” pada Jumat, 1 Oktober 2021 bertempat di Balai Desa Segorogunung. Pelatihan digital marketing diadakan dengan dua tahapan yaitu pemberian materi oleh Salma Aulya Putri dan praktik foto produk sebagai pengetahuan dasar digital marketing.

Peserta pelatihan adalah Kelompok Wanita Tani (Mawar) dan PKK Desa Segorogunung. Para peserta mengikuti dengan sangat antusias. Pasalnya, desa tidak mengundang tetapi warga berinisiatif mendaftar pelatihan. Dalam sambutannya, Bapak Tri Harjono, S.Sos. selaku Kepala Desa Segorogunung menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dengan terselenggaranya pelatihan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Segorogunung.

”Kami sangat terbantu dengan materi yang diberikan dan semoga bermanfaat bagi pengembangan usaha masyarakat Desa Segorogunung. Kegiatan ini mudah-mudahan dapat berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan. Sukses untuk Desa Segorogunung,” ungkap Sugiyatno, peserta pelatihan dan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Desa Segorogunung.

Pelatihan untuk warga Desa Segorogunung ini merupakan program lanjutan. Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan dengan tema “Scale Up Produk Lokal Desa Guna Mendukung Destinasi Wisata Segorogunung” pada 13-14 Agustus 2021. Pelatihan tersebut meliputi pengolahan produk lokal berbahan baku labu siam menjadi cipiran dan stik, dan pengemasan, yang ditujukan kepada pelaku usaha produk lokal Desa Segorogunung guna menunjang pemasaran produk, legalitas usaha, dan penguatan branding”

“Harapannya dengan adanya program ini dapat memberikan wawasan baru kepada masyarakat. Semoga ke depannya warga Desa Segorogunung dapat memanfaatkan potensi di sekitarnya menjadi produk unggulan desa untuk mendukung sektor pariwisata,” terang Hilda Sekar Wulandari, ketua Tim P2MD Gamagrita SV UNS, dalam rilis yang diterima redaksi Jumat 22 Oktober 2021.

Selain berbagai macam program pelatihan, tim P2MD juga menginisiasi berdirinya sentra UMKM yang diberi nama “Sentra Agrilawu” yang juga berperan Pusat Inkubasi Produk Lokal Desa.  Sentra Agrilawu didirikan di lahan desa yang memang direncanakan menjadi wisata desa dalam beberapa tahun ke depan.

Pembangunan Sentra Agrilawu berperan sebagai pusat penjualan produk lokal dan inkubasi bisnis yang harapannya dapat mewujudkan tercapainya sustainable development goals desa. Desain sentra Agrilawu dibuat unik kekinian serta estetik sehingga harapannya dapat menjadi magnet wisata baru di Desa Segorogunung.

“Adanya berbagai program di Segorogunung diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dengan meningkatnya income generating desa,” tutur Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si., dosen pembimbing tim P2MD Gamagrita SV UNS.

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Tim P2MD Gamagrita SV UNS dalam melaksanakan pelatihan ini. Namun, kondisi tersebut tidak menurunkan semangat tim untuk tetap melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan diadakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Program ini memperoleh pendanaan Rp 28.5 juta dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidik Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu, tim juga memperoleh dana pendukung dari APBDes Triwulan 2 sebesar Rp 10 juta. Tak hanya desa, Universitas Sebelas Maret juga memberikan dukungan kepada program ini melalui dana pendampingan.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mahasiswa selain belajar di kelas juga belajar langsung dengan cara membuat berbagai macam program pemberdayaan di desa. Salah satu luaran dari program ini diperolehnya rekognisi untuk mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran.

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk bisa lulus dengan nilai bagus tetapi juga diharapkan mempunyai kemampuan softskill. Yakni menyangkut kemampuan berkomunikasi, bahasa, bekerja dalam tim, serta kemampuan memimpin dan dipimpin. Kemampuan ini tidak didapatkan secara khusus dalam kurikulum kampus tetapi sangat diperlukan untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang paripurna dan unggul. (Rohimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *