Pedagang Kuliner Sragen Geger Dapat Orderan Fiktif via WatsApp, Begini Modusnya

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah pedagang kuliner di Sragen mendapat pesanan makanan diduga fiktif bermodus penipuan melalui pesan WhatsApp hampir bersamaan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, para pedagang yang hampir menjadi korban penipuan dari orang yang mengatasnamakan Yayasan An-Nahl Hidayatullah Sragen.

,”Itu yang menerima pesanan sate ayam itu anak saya si Sholeh. Dia bilang ‘mak aku dapat pesanan sate mak 35 bungkus’, itu pas hari Jumat 29 Oktober 2021,” kata Rasiah, warga Teguhan Kidul, Karangmalang, Sragen, Senin 1 November 2021.

Modus yang dilakukan pelaku menggunakan nomor WhatsApp 0812 3441 xxxx menghubungi sejumlah nomor pedagang kuliner dengan memesan puluhan porsi makanan dan mengirimkan foto bukti transfer pembayaran ke nomor rekening pedagang. Modus liciknya si pelaku beralasan transfer uang kelebihan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Pihak penipu meminta uang kelebihan itu dikembalikan melalui transfer pulsa ke nomor si pelaku. “Iya, untung saja anak saya memastikan lagi dengan mencari info lebih lanjut pesanan itu dan ternyata nomor tersebut hanya tipu-tipu nomor penipuan dan sudah banyak korban,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Karnen (41), pedagang mi ayam dan bakso sekitar traffic ligh Teguhan, Sragen.
Pesan singkat sang pelaku menuliskan ‘Assalamualaikum 🙏 saget pesen bakso 30 porsi, damel acara mbenjing jam 4 sonten. Damel panti asuhan An Nahl Hidayatullah JL. Bengawan Solo Pecing Sumengko, Sragen Tengah, Kec Sragen. Kulo pak Deni Sumargo, dianter tambah ongkir saget’,

“Tindak lanjut saya sampaikan bisa tapi saya suruh ambil kesini terus dia minta diantar pakai ongkir bisa tapi saya jawab nggak bisa. Saya sarankan lewat Gojek setelah itu tidak ada respons lalu saya malamnya dapat berita nomor WA itu penipuan,” bebernya.

Aksi percobaan penipuan dengan modus pesan makanan baru pertama kali dialami. Dia berharap agar pihak kepolisian bisa merespons dan menindak tegas pelaku penipuan yang gentayangan mencari mangsa di Sragen.

“Saya jualan disini dari tahun 2008, modus penipuan seperti ini baru kali ini. Sempat curiga juga sih karena saya tidak kenal. Saya berharap polisi bisa nindak lanjuti dan bisa menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” harap dia.

Terpisah, Ketua Yayasan An-Nahl Hidayatullah Sragen Tri Sanyoto menjelaskan, Pengurus Pondok Pesantren/ Panti Asuhan An-Nahl Sragen didatangi pedagang yang membawa paket makanan dan pedagang yang meminta kejelasan selama tiga hari.

“Itu intinya mereka dapat pesanan makanan terus atas nama pengurus Pondok An-Hahl. Modus penipuannya transfer pakai rekening. Mungkin dengan dalih kelebihan transfer suruh transfer balik,” kata dia.

Menurut dia, salah satu cara pelaku mengelabui pedagang dengan menunjukkan bukti transfer palsu yang diduga telah diedit sebelumnya melalui percakapan aplikasi.

“Terus dengan dalih kelebihan transfer meminta ditransfer balik. Rata-rata pedagang enggak konfirmasi apakah betul ada transfer masuk rekeningnya. Kelebihannya untuk membelikan pulsa kepada penipu itu,” paparnya.

Tri mengatakan, ada yang tertipu kirim pulsa Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, hingga tertipu kirim pulsa dua kali. Pedagang dirugikan secara ganda dengan membuat makanan tanpa dibayar serta mengirim pulsa.

“Masyallah yang datang ke pondok sampai puluhan pedagang. Pedagang macam-macam bakso, seblak, mertabak, satai ayam. Sekitar pondok kami di Sragen Kota,” paparnya.

Dia menjelaskan, rata-rata pedagang yang ditipu membuat 35-45 porsi makanan yang diantar ke Ponpes. Ada satu orang yang tergolong tua berhati-hati sebelum membuat pesanan datang ke Ponpes. “Kami sarankan kalau belum ditransfer belum jangan dibuatkan. Orang itu bukan bagian dari kami,” harapnya.

Menurut dia, pelaku mengaku dengan nama Deni Sumargo dengan nomor 08123441xxxx. Yayasan membuat keterangan tertulis supaya pedagang kuliner Sragen lainnya tidak tertipu.

“Saat ini pedagang harus waspada dan berhati-hati banyak modus penipuan dengan media sosial dengan menunjukkan bukti transfer yang diedit. Kemudian harus cek apakah sudah tertransfer atau belum. Saran kami itu. Yang terpenting konfirmasi pondok kami memesan. Biasanya orang mau donatur kasih bakso atau apa membutuhkan atau tidak,” jelasnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *