Banyak Galian C Ilegal Di Sragen, DPRD Minta Pemkab Harus Tegas Dan Berani Tutup Aktivitas Tambang Tak Berizin Resmi

SRAGEN TEPIANINDONESIA.COM – Aktivitas galian C ilegal di Sragen meresahkan warga, sejumlah titik tambang galian C tanpa izin resmi mulai mendapat sorotan serius dari berbagai pihak.
Menindak lanjuti keluhan warga, ketua komis III DPRD Sragen Sugiyarto langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu galian C tak berizin di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 24 November 2021 siang.

Pada wartawan, Sugiyarto mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan dari warga masyarakat yang memprotes aktivitas tambang galian C. Aktivitas tambang tersebut menggangu warga sekitar karena membuat jalan raya yang dilalui truk menjadi berdebu dan becek saat hujan turun. Belum lagi lalu lalang truk pengangkut tanah juga membuat kemacetan.

“Iya, ini baru contoh satu lokasi yang kita sidak dan memang belum dilengkapi surat perizinan. Kami yakin masih banyak lokasi tambang lain yang belum berizin di Sragen, benar ini ditutup karena ilegal,” kata Sugiyarto.

Tidak hanya itu, Sugiyarto juga mendesak pemkab Sragen dalam hal ini Satpol PP untuk bertindak tegas menutup lokasi tambang galian C lain yang juga ilegal. Diyakini masih banyak yang nekat melakukan aktivitas galian padahal belum mengantongi izin resmi.

“Seperti di Wonorejo ini, izin dari DPMPTSP (pemkab) memang sudah ada, tapi izin dari ESDM (Provinsi Jateng) belum keluar. Tapi sudah berani melakukan aktivitas penambangan,” bebernya.

Banyaknya aktivitas penambangan ilegal di Sragen menurutnya sangat merugikan pemerintah daerah.

“Iya sangat jelas merugikan Pemkab Sragen mas. Apalagi Sragen sudah memiliki Perda rencana tata ruang/wilayah (RTRW) yang mengatur mana zona hijau, kuning atau merah untuk aktivitas pertambangan. Dengan nekatnya pertambangan ilegal itu juga merugikan dari sisi pendapatan daerah karena tidak adanya retribusi yang masuk,” paparnya.

Setelah ditemukannya tambang galian C ilegal di wilayah kecamatan Kedawung, Sugiyarto meminta Pemkab untuk serius menangani permasalahan tersebut.

“Harus tegas berani menutup aktivitas tambang ilegal yang disinyalir masih marak terjadi di Sragen, kalau tidak ditutup (tambang ilegal), akan makin banyak lagi pengusaha pertambangan yang nekat masuk Sragen tanpa melengkapi surat perizinan. Wibawa pemkab harus dijaga, jangan mau disepelekan pengusaha liar yang tidak dilengkapi perizinan,” ujarnya.

Pantauan di lokasi tambang terlihat sejumlah alat berat masih beroperasi di lahan 1 hektare yang terletak di pinggir jalan raya.
Pihaknya mengingatkan agar dinas terkait belajar dari kejadian galian C di Gondang yang sudah memakan korban jiwa.

“Cara mengalinya juga salah posisinya, harus belajar dari kejadian di Gondang, ada anak kecil terjebur di lubang galian C akhirnya meninggal dunia, jangan sampai ada korban korban karena galian, ini jelas ilegal, ini dah ditutup satpol pp berarti ini ilegal,” terangnya.

(Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *