Parah, Gedung Sekolah Nyaris Ambruk Puluhan Siswa SDN Kebonromo 3 Sragen Pindah Belajar Di Mushola

SRAGEN TEPIANINDONESIA.COM – Kisah miris, puluhan siswa SDN Kebonromo 3, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah harus menerima belajar di dalam mushola sekolah.

Belajar dalam kondisi klesotan terpaksa dilakukan gara-gara bangunan gedung kelas nyaris roboh dikarenakansudah termakan usia.
Kondisi bangunan yang sudah puluhan tahun tersebut hingga saat ini belum menerima bantuan renovasi.

Pantauan di lokasi sekolah, terdapat 4 bangunan kelas yang kondisinya benar-benar rusak dan 2 kelas kondisinya sangat parah serta bikin was was saat di dalam kelas ketika mengikuti aktivitas belajar mengajar.

Kondisi bangunan sekolah tak layak tersebut terungkap saat anggota Komisi IV DPRD Sragen Tono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sekolah tersebut.

Pada wartawan, Tono mengatakan sidak dilakukan setelah banyak laporan dan keluhan dari wali murid dan pihak sekolah atas kondisi bangunan yang membahayakan para siswa.

“Iya sangat miris mas, ini sampai anak-anak harus belajar di mushala karena ruangan kelasnya rusak dan nyaris ambruk kayak gini,” kata Tono, Rabu 24 November 2021.

Menurut Tono, kondisi kayu penyangga atas sudah patah dan genting sudah hampir roboh sudah terjadi sejak tahun 2021 dan sampai saat ini belum tersentuh bantuan perbaikan.

“Kayunya sudah di makan totor atau rayap, gentinya sudah bergelombang dan gedungnya sudah terlihat miring, yang rusak sebenarnya 6 lokasi, yang dua kelas kita ungsikan belajar di musola, sedih kami melihatnya mas,” bebernya.

Sementara itu, Sri Mulyati kepala sekolah SDN Kebonromo 3 Sragen menyampaikan pihaknya sudah dua kali laporan terkait kondisi sekolah.

“Takutnya sewaktu-waktu terjadi roboh saya yang pertamakali kena kenapa ngak laporan, padahal saya sudah dua kali laporan ke dinas langsung,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga sangat terpaksa di tengah pandemi sepeeti saat ini anak-anak harus terpaksa belajar tanpa ada jarak di dalam musala,”Tidak memenuhi syarat, harusnya musim pandemi ini tidak boleh berdekatan pak, kami terpaksa kami alihkan kesitu tapi tiap pagi maupun pulang tetap cek suhu,” ujarnya.

(Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.