PENINGKATAN KAPASITAS P3PD TPP JATENG: Pendamping Desa Harus Disiplin Waktu dan Tingkatkan Komunikasi Berjenjang

TEPIANINDONESIA.COM-SEMARANG-Pendamping Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dituntut disiplin waktu. Selain itu juga diharapkan meningkatkan komunikasi secara berjenjang mulai Pendamping Lokal Desa (PLD) hingga tingkat pusat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Provinsi Jawa Tengah Didik Haryadi, SH, MH dalam pembukaan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Penguatan Pemerintah dan dan Pembangunan Desa (P3PD) di Hotel Setos Semarang, Kamis 2 Desember 2021. “Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan baik,” terangnya.

Dikatakan, kenapa harus berusaha disiplin waktu? Karena sebagai sermin pendamping desa yang setiap hari mendampingi program-program desa. Dalam mendampingi desa, lanjut Didik, pendamping desa belajar mandiri mencari regulasi tentang pemerintahan desa dari berbagai sumber.

“Misalnya membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem. Maka dibutuhkan diskusi secara berjenjang melalui tahapan-tahapan yang sudah ada. Kemudian saling komunikasi, sharing informasi yang terus berkembang,” kata Didik.

Selain itu, Didik juga mengharapkan peserta peningkatan kapasitas mampu mengimplementasikan materi-materi yang sudah disampaikan oleh pelatih. “Materi-materi yang sudah dikemas dalam modul sangat bagus untuk diterapkan di desa dampingan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Provinsi (Korprov) Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Jawa Tengah Evy Nurmilasari dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari peningkatan kapasitas P3PD yakni meningkatkan keterampilan PD-PLD. Kemudian meningkatkan pengetahuan arah kebijakan Kemendes PDTT. “Ketiga penguatan sikap PD-PLD sebagai pendamping profesional,” paparnya.

Pelatihan P3PD bagi pendamping desa ini, lanjuta Evy, merupakan program Bapenas, Kemendagri, Kemendes PDTT dan Kemenko PMK. Peserta yang mengikuti pelatihan ini dari tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Boyolali, Magelang dan Banjarnegara sebanyak 350 orang.

Peningkatan kapasitas ini dikemas dalam pelatihan yang mendiskusikan tiga pokok bahasan. Yakni pertama citra diri pendamping desa, pembangunan desa desa partisipatif dan pemberdayaan desa, di antaranya program penguatan ekonomi. (Awan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *