Sebanyak 50 Orang Deklarasi Himpunan Pemuda Tani Sukowati (HPTS), Siap Bangkitkan Generasi Milenial Cintai Dunia Pertanian

SRAGEN TEPIANINDONESIA.COM – Sebanyak 50 orang petani muda secera serentak meresmikan deklarasi Himpunan Pemuda Tani Sukowati (HPTS) yang digelar di Sragen pada Selasa 22 Desember 2021.

Acara yang digelar di salah satu rumah makan di Sragen tersebut dipimpin langsung oleh Isyana Darmastuti Raras Anindyasari sebagai Ketua, para pegiat petani milenial itu bersiap membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian.

Tidak hanya itu, deklarasi juga dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai dinas. Di antaranya dari Disnakkan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan tokoh pertanian milenial Sragen yang sukses bergerak di bawah kementerian pertanian.

Ditemui usai deklarasi, Raras mengatakan Himpunan Pemuda Tani Sukowati adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang pertanian. Total ada sekitar 50 pengurus yang dilantik hari ini meliputi pengurus kabupaten dan perwakilan kecamatan.

Menurutnya, organisasi itu dirintis berangkat dari latar belakang makin menurunnya animo generasi muda terhadap pertanian.

“Tujuan himpunan itu untuk menjadikan wadah terbaik dalam menciptakan kapasitas petani muda khususnya di Sragen dan umumnya di Indonesia. Visi misinya menghimpun pemuda yang bergerak di bidang pertanian, mengkader calon-calon petani di masing-masing desa. Mempercepat pembangunan pertanian berbasis teknologi agar terwujud petani milenial dan sarana sharing ilmu pertanian dan mengembangkan model-model bisnis di dunia pertanian,” kata Raras.

Raras juga menguraikan kehadiran Himpunan Pemuda Tani Sukowati itu juga sebagai upaya mengangkat kembali image profesi petani yang selama ini dipandang rendah dan tidak prospektif.

Hal itu ditunjukkan dengan penurunan jumlah petani yang mencapai kisaran 20 persen dan makin minimnya pemuda yang tertarik menekuni pertanian.

“Teman-teman ini pinginnya berusaha bagaimana pemuda ini paling tidak ikut mencintai pertanian. Walaupun bukan pelaku tani, minimal nanti mereka akan menggerakkan. Bagaimana menjadi petani milenial. Karena faktanya jumlah petani makin ke sini makin berkurang,” terangnya.

Selain itu, lewat organisasi HPTS tersebut nantinya diharapkan menjadi sarana menjembatani para petani dengan pihak berkepentingan

Misalnya membantu memberi pendampingan ke dinas pertanian untuk memecahkan solusi hama, mengawal harga pasca panen dan lainnya yang bermuara mendongkrak pendapatan petani dan mengangkat pertanian.

“Misalnya hama tikus, nanti teman-teman akan membantu mencarikan solusi atau teknologi untuk mengatasi sehingga petani tidak merasa dirugikan. Kita nanti juga sebagai penggerak,” jelasnya.

Ketua Dewan Pembina HKTS, Darmawan mengapresiasi positif terbentuknya organisasi itu. Ia mengungkapkan lahirnya HKTS memang berangkat dari keprihatinan menurunnya minat bertani dari kalangan muda.

Sehingga kehadiran himpunan pemuda tani itu diharapkan bisa memberi motivasi kepada generasi muda untuk bisa berkiprah di dunia pertanian.

“Harapan kami HKTS ini nanti bisa merubah image bahwa bertani itu tidak ketinggalan jaman. Bahwa petani itu keren, bukan berbicara pertanian dalam arti sempit tapi bahwa petani itu tidak hanya gluprut dengan lumpur tapi bisa dijalankan dengan sentuhan teknologi luar biasa. Teknologi ini yang saya kira perlu dikenalkan dan dikuasai kaum muda,” ujarnya.

Huriyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.