Dikira Sudah Meninggal, Tili Sang Penakhluk Buaya Berkalung Ban di Palu Sulawesi Tiba di Kampung Halaman Sragen Jawa Tengah

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Kedatangan Tili (35), penangkap buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi, akhirnya pulang ke kampung halaman Sragen, Jawa Tengah, Senin 21 Februari 2022 pukul 19.00 WIB.

Kedatangan Tili dari Palu atas upaya langsung pengusaha sekaligus pengusaha Sragen Budiono Rahmadi atau Mas Bro Sragen dengan membelikan tiket pesawat PP gratis dan dijemput langsung di Bandara Juanda Surabaya Jawa timur.

Kedatangan Tili ke kampung halamannya di Sragen, berhanti terlebih dahulu di alun alun Sragen untuk melakukan sujud syukur telah bisa menginjakan kakinya ke tanah kelahiran di Sragen.

Pada wartawan, Tili mengatakan sangat bersyukur atas nikmat tuhan dan kepedulian mas Bro Sragen mengurus tiket peswat kepulangan dirinya. “Alhamdulilah mas, perasaan senang sekali dan terimakasih pada pak budi sudah peduli dengan saya dan keluarga saya di kandang sapi jenar, ini rencana mau melanjutkan perjalanan lagi ke rumah jenar,” kata Tili.

Tili juga menceritakan secara singkat awal mula dirinya berhasil menjinakan buaya berkalung ban di sungai Palu Sulawesi hanya mengunakan jerat. “Hanya mengunakan jerat yang saya talikan ke pohon, saya udah ada niatan mau menolong buaya itu dan saya tinggal di palu baru 5 bulan,” bebernya.

Menurut Tili dirinya juga sempat gak percaya ada buaya dengan berkalung ban. “Dapat info dari tukang di rumah saya katanya ada buaya di kalung ban tidak bisa di lepas sampai kapanpun bahkan mas panji dan orang Australia gak bisa buka, tapi saya bilang itu bisa saya buka terus orang disitu saya dikira main main, alhamdulillah bisa saya tolong,” jelasnya.

Sesampai di rumah di Dukuh Pondok RT 19, Desa Kandang Sapi, Jenar, Sragen. Tili langsung di peluk oleh Waginem ibunda tercinta dan Tarumi sang kakak.

Dalam pelukan erat sang ibu tersebut, Tili sesekali minta maaf dan ibunda menyampaikan tak pernah percaya jika anaknya kembali. “Tak kiro kowe wes mati le le, kok ya ora ono kabar neng simbok, matur nuwun yo le kowe jek eleng simbok jek gelem bali rene,” kata Waginem, sambil meluk Tili.

Sementara itu, Budiono Rahmadi mengucapkan selamat berbahagia bagi Tili dan simbok Wagiyem yang bertahun-tahun terpisah akhirnya bisa berkumpul kembali.

“Iya selamat berbahagia untuk mas Tili dan simbok dan ini yang saya sampaikan kemarin itu jika mas tili mau pulang saya akan belikan yiket pesawat PP untuk kwtemu simbok di Sragen karena ini salah satu bentuk kepedulian saya pada warga Sragen,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.