Inspeksi Alat Proteksi Damkar Sragen Terlibat Kecelakaan dengan Pemotor, Satu Meninggal

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Personel pemadam kebakaran (damkar) Sragen melakukan monitoring evaluasi dan inspeksi alat proteksi penanganan bencana alam Selasa 8 Maret 2022. Namun di tengah inspeksi di jalan raya terlibat kecelakaan dengan pemotor. Dikabarkan satu pengendara motor meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pemotor yang meninggal adalah pengendara motor Honda Vario bernopol AD 5652 IM. Korban meninggal dunia bernama Icuk Prabowo (24), warga Dukuh Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

Sedang pemboncengnya bernama Wiyono (36) asal Ngemplak, Boyolali dilaporkan kritis dengan mengalami luka tulang rahang patah tertutup, pendarahan hidung dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sragen.

Sementara, pengemudi mobil Damkar bernopol AD 9004 XY, E. Rismiyanto (37) petugas Damkar asal Cumpleng, Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen tidak mengalami luka namun hanya syok atas kejadian itu.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Sragen Sunardi mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Saat kejadian sedang melakukan kegiatan monitoring evaluasi atau inpeksi alat proteksi pemadam kebakaran di Ibnu Sina.

“Kejadian saat melakukan kegiatan monitoring evaluasi atau inpeksi alat proteksi pemadam kebakaran di Ibnu sina, disana teman teman mau mengadakan respon time, kita tidak tau ketika saya baru sampai dilokasi saya baru dapat informasi kejadian ini, ini kita mencari informasi dan mendampingi teman teman yang ada kena musibah ini,” kata Sunardi.

Ditanya soal lampu sirene pihaknya mengatakan bahwa harusnya sirene nyala pada saat kejadian. “Iya simulasi terhadap respon time kita, sirene mestinya bunyi,” bebernya.

Sementara itu, Kanitlaka Satlantas Polres Sragen Ipda Irwan Marvianto saat dikonfirmasi sudah melakukan penanganan lapangan. “KBM truk damkar berjalan dari arah selatan menuju ke utara bermaksud akan belok ke kanan arah timur, kemudian sepeda motor vario berjalan dari arah timur berjalanan ke arah solo atau ke barat.

Jadi untuk menjelang kejadian lampu merah yang dari arah timur warna hijau sepeda motor berjalan lurus kemudian damkar ini dari arah selatan tetap berjalan lurus dan belok ke kanan karena udah jarak udah dekat akhirnya terjadi benturan di simpang empat” jelasnya.

Dari kejadian ini pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan dari saksi saksi. “Sirene masih kita lakukan pemeriksaan pada saksi saksi kami sementara belum bisa menyampaikan,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.