Terjunkan Penembak Jitu, Warga Desa Jati Sumberlawang Sragen Basmi Hama Tikus Malam Hari

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Hama tikus di sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen semakin menjadi-jadi. Bahkan populasi hama tikus saat ini semakin menghawatirkan dan jadi ancaman serius di sektor pertanian.

Bahkan, sejumlah warga di beberapa desa di kabupaten Sragen kini tengah berjuang mati matian melawan hama tikus yang semakin meresahkan. Salah satu upaya membasmi hama tikus dilakukan Gito (45) warga Dukuh Tanjungsari, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Ia mengandeng komunitas Panther Indonesia Comunity Sragen dengan menerjunkan para penembak ke lokasi sawah setempat.

Ratusan hama tikus berhasil dilumpuhkan Gito bersama tim penembak dari komunitas Panther Indonesia, dihubungi melalui pesan Whatsap Gito mengatakan ia dan beserta teman temannya sudah tidak tega lagi melihat penderitaan para petani tanaman padi dirusak tikus.

“Tikus yang berhasil dikumpulkan sekitar 150 ekor. Katah ingkang mboten dipendeti mergane ketembak wonten tengah sabin kondisi jawah ngriwis (Banyak yang tidak bisa diambil karena tertembak di tengah sawah kondisi hujan gerimis, Red),” kata Gito, Sabtu 2 April 2022.

Gito menyampaikan terimakasih pada anggota komunitas Panther Indonesia Comunity (PIC) Sragen, yang telah merespon keluhan petani. “Terimakasih yang sudah membantu membasmi tikus di wilayah dukuh
tanjungsari, Insyaallah akan diagendakan dan dilanjut malam berikutnya setelah selesai salat tarawih, ini salah satu bentuk sosialisasi agar para petani tidak memasang jebakan tikus dengan aliran listrik yang bisa membahayakan orang lain dan dirinya sendiri,” bebernya.

Menurut Gito, serangan hama tikus merajalela di wilayah Jati Sumberlawang terjadi sudah 2 tahunan ini.

“Serangan tikus merajalela sudah 2 tahun, sampai saat ini para petani hanya bisa pasrah. Panen 2 tahun ini petani banyak yang merugi karena serangan hama tikus. Tikus menyerang padi para petani rata-rata pada malam hari,” jelasnya.

Gito berharap dengan kegiatan ini petani bisa lebih tenang dan populasi hama tikus sudah bisa sedikit ditekan.

“Semoga dengan kegiatan seperti ini, ada komunitas-komunitas lain yang ada di Sragen ikut membantu membasmi tikus dan sekaligus membantu para petani di wilayah sumberlawang dan wilayah sragen pada umumnya,” ujarnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.