Harga Bunga Mawar di Sragen Meroket di Musim Sadranan Jelang Ramadan

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Bulan ruwah digunakan masyarakat jawa menggelar tradisi sekaran ke sejumlah makam keluarga, di bulan ruwahan seperti ini rupaya juga menjadi penghasilan tersendiri bagi sejumlah orang untuk menjual bunga mawar.

Melihat animo masyarakat jawa membutuhkan banyak bunga mawar merah dan mawar putih sebagai syarat sekaran di makam keluarga, sebelum menjalankan ibadah puasa ramadhan.

Pantauan dilapangan, sejumlah harga bunga mawar beberapa minggu terakhir ini mengalami kenaikan cukup drastis.
Hal itu disampaikan Sastro (62) warga Pucang Rt 26, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen salah satu pedagang bunga mawar di pasar kota Sragen.

“Kenaikan udah ada satu mingguan, di hari biasanya 135 ribu sampai 150 ribu perpetuk (wadah) tapi sekarang 700 ribu perpetuk, karena ini banyak masyarakat yang mengunakan,” kata Sastro Jumat 1 April 2022.

Sastro sendiri membeli bunga mawar merah dan putih di datangkan langsung dari daerah Salatiga, menurutnya akhir akhir ini sempat kualahan melayani pembeli bunga sekar di bulan ruwah.

“Bunga saya datangkan dari Bandungan Salatiga, kalau pas hari hari kayak gini sehari bisa menghabiskan 4 wadah bunga atau petuk perhatinya dari jam 06.00 sampai 19.00 wib,” bebernya.

Menurut Sastro dirinya mampu mengecer bunga mawar dari harga perpetuk 700 ribu diecer bisa dapat dua kali lipat.

“Biasaya saya belanja bunga mawar harga 700 ribu perpetuk, saya jual ecer 1 kg Rp 150 ribu, setengah kg 100 ribu, setengah on 10 ribu, 1 on 20 ribu, satu kandi atau satu petuk itu biasaya saya dapat uang 800 ribuan,” ujarnya.

Sastro warga desa Bedoro, Sambungmacan mengaku menjual bunga sekar di pasar kota Sragen atau di sepanjang jalan raya sukowati sudah puluhan tahun.

“Saya jualan bunga sekar disini sejak jaman bupati Sragen pak Bawono jadi dah puluhan tahun disini sama istri saya namanya mbah Jiyem,” jelasnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.