Ini Curhatan Pedagang Bensin Eceran di Sragen Jawa Tengah Dampak Kenaikan Harga BBM

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejak diumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) naik beberapa hari yang lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), banyak mendapat curhatan dari pedagang bensin eceran. Mereka mengeluh dan keberatan akan keputusan pemerintah tersebut.

Adapun BBM subsidi yang mengalami kenaikan jenis solar, pertalite dan Pertamax nonsubsidi.
Kenaikan dengan besaran cukup tinggi pada Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.000 juga mulai ramai mendapat protes warga.

Asmuin atau sering dipanggil Muin (38) salah satu pedagang bensin eceran asal kampung Karang RT 01, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengatakan keputusan pemerintah sangat memberatkan rakyat kecil.

“Iya berdampak sekali, saya hanya pengecer bensin kecil modal lebih besar keuntungan malah semakin kecil, banyak pembeli pada mengeluhkan bensin mahal, selain itu masyarakat sangat terdampak sekali bagi petani dan orang tua yang menyekolahkan anak anak,” kata Muin.

Selain itu, Muin juga membeberkan sebelum ada kenaikan harga BBM ia sehari menjual besin 1 liter dengan harga Rp 9 ribu, keuntungan Rp 1.350.

“Sekarang kenaikan 10 ribu rupiah kita jual 11 ribu dengan keuntungan 1 ribu rupiah, ini mau jual 12 ribu di kampung terlalu mahal mas. Seperti anak anak sekolah juga orang tua harus mengeluarkan biaya besar untuk bensin, sekarang perliter harus menambah 2 ribu rupiah untuk anaknya pergi ke sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Sri Sukini (54) pedagang bensin eceran samping alun alun Sragen juga ikut menyuarakan suara hati.

“Sejak BBM naik kemarin belanja sampai hari ini bensin saya belum ada yang laku sama sekali, keputusan pemerintah sangat mematikan rakyat kecil, harganya naik tinghi banget,” jelasnya.

Selain itu, Sri juga membeberkan sebelum ada kenaikan harga ia menjual bensin dengan harga 10 ribu.

“Kemarin saya jual masih 10 ribu untung 2 ribu, sekarang pertalite dari sana 10 ribu saya jual 12 ribu, dan sekarang kalau ada yang beli bensin pada tanya harga dulu terus tau harga 12 ribu mereka ngak jadi beli, naiknya pemerintah kebangetan” ujarnya.

Sri berharap, pemerintah agar segera menurunkan harga BBM kembali pasalnya rakyat kecil baru saja mulai bangkit ekonomi karena pandemi.

“Harapan kalau bisa naik jangan terlalu banyak gitu lho, wong ya sewajarnya tolonglah orang orang seperti kami ini, kita cuma pengen dapat sedikit buat hidup lho mas,” harapnya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.