Puluhan Pedagang Kaki Lima SDN 4 Sragen Geruduk Kantor Satpol PP, Ada Apa?

TEPIANINDONESIA.COM-SRAGEN-Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) SDN 4 Sragen mendadak mendatangi kantor Satpol PP Senin 14 November 2022. Kedatangan mereka menuntut tempat lokasi mereka jualan.

Selain itu, para pedagang juga meminta barang yang di amankan disita oleh petugas satpol untuk diminta dan dikembalikan, sesuai dengan prosedur. Ditemui usai audensi bersama Kepala Satpol PP sragen, Andang Basuki selaku pengurus Formas menyampaikan permintaan para pedagang.

“Jumlah PKL yang ada sekitar di Jalan Veteran itu ada sekitar 40-an, karena digabung dengan SD itu. Jualan sudah lama ada sekitar 5 tahun lebih,” kata Andang.

Selain itu, menurut Andang, pertimbangan bertahan di lokasi tersebut karena aksesnya lancar. Hal itu sesuai pengamatnya di lapangan. Kemudian para PKL ini punya pasar sendiri-sendiri. “Artinya ada pedagang yang selalu kami amanati tidak hanya melayani dari SD ternyata juga dari orang yang datang beli pakai kendaraan, sebetunya pasal udah bagus, itu yang membuat teman-teman bertahan,” beber dia.

Tidak hanya itu, menurut para pedagang tetap berjualan dilokasi tersebut, namun hal itu nampaknya akan menjadi benturan dengan aturan yang ada. Keinginan dari para pedagang tetap jualan di situ. Sebab sudah punya pasar.

“Opsi jalan tengahnya dengan durasi 2 jam ini 1 atau 2 hari yang akan datang, nanti akan ada opsi untuk semua. Jualan 2 jam akan kita kaji, kalau cukup efektif akan kita ambil sebagai pilihan, diluar itu harus dicari tempatnya. Untuk relokasi itukan tanggung jawab pemerintah yang diatur oleh perda untuk relokasi,” ujar Andang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sragen Agus Winarno saat ditemui wartawan mengatakan, hasil pertemuan tersebut belum ada titik temu. “Jalan kampung Taman Murni, kebetulan jalan tersebut tidak terlalu vital, tadi Pak RT dan RW mengijinkan. Dan itu solusi yang baik, aman dan nyaman,” ujarnya.

Agus menegaskan, persoalan yang dihadapi tidak hanya macet. Namun karna aturan ruas jalan itu dilarang untuk berjualan PKL. Dari PKL juga mengajukan toleransi 2 jam ketika jam istirahat.

”Mohon maaf, kalau terlalu longgar saya yang menanggung risiko, Secara aturan Jalan Setia Budi steril,” bebernya. (Huriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *